Tampilkan postingan dengan label dos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dos. Tampilkan semua postingan
Selasa, 04 Juni 2013 0 komentar

WWW Security

WWW merupakan singkatan dari World Wide Web. WWW merupakan tempat berkumpulnya seluruh halaman web yang biasanya terangkum dalam suatu domain atau subdomain. Halaman-halaman web tersebut  semuanya dapat diakses oleh public. Halaman web tersebut berisi berbagai macam informasi, berupa tulisa, gambar, video, dan lain-lain. Halaman web biasanya dibuat berbasis HTML (Hyper Text Markup Language). Dan untuk bisa mengakses halaman web, kita menggunakan protocol HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) yang berfungsi untuk meminta layanan dari server website untuk diberikan kepada client atau penguna layanan.
Dalam membangun sebuah layanan web, ada 2 pihak yang selalu ada dalam sebuah layanan web, yaitu pihak server dan pihak client. Server bertugas untuk memberikan dan menyediakan layanan kepada pihak client. Dan pihak client yang menerima layanan tersebut. Selain dari 2 pihak tersebut, kita juga membutuhkan jaringan komputer yang menghubungkan kedua pihak tersebut untuk dapat saling berkomunikasi. Server yang paling umum digunakan oleh pihak penyedia server yaitu server Apache. Pihak client hanya membutuhkan web browser agar layanan server dapat diakses. Contoh browser yang biasa digunakan yaitu Internet Explorer, Google Chrome, Mozilla Firefox, Safari dan lain-lain.
Sekarang ini, banyak pengembang-pengembang sistem berusaha membangun sistem aplikasi yang berbasis web karena banyaknya kelebihan yang dimiliki sistem berbasis web. Kelebihan-kelebihan dari sistem berbasis web tersebut antara lain :
·         Bagi pengguna sistem tersebut hanya membutuhkan browser untuk dapat mengakses sistem tersebut
·         Jika pengembang ingin melakukan update sistem tersebut, maka update hanya dilakukan pada sistem yang ada di servernya
·         Browser client dapat ditambahkan plugin untuk dapat menambah fitur yang diinginkan
·         Sistem berbasis web dapat bekerja di sistem operasi manapun selama client memiliki browser yang terpasang di sistemnya
Selain beberapa kelebihan tersebut, ada beberapa asumsi-asumsi dari pihak pengguna dan server yang menimbulkan ancaman dan serangan bagi keamanan web.
·         Dari sisi pengguna
o   Pengguna biasanya berasumsi bahwa server yang digunakan tersebut benar-benar dimiliki dan dicontrol langsung oleh pemiliki server tersebut sehingga pengguna tidak memeriksa servernya lagi
o   Pengguna biasanya berasumsi bahwa dokumen yang ada dan ditampilkan dari server tersebut bebas dari virus sehingga pengguna membuka-bukanya saja tanpa ada perasaan waspada
o   Pengguna biasanya berasumsi bahwa server tidak akan mencatat atau mendistribusikan informasi tentang user sehingga pengguna bebas melakukan apa saja
·         Dari sisi server
o   Pemilik biasanya berasumsi bahwa pengguna webnya selalu beritikad baik dan tidak beritikad untuk merusak web atau mengubah isinya
o   Pemilik biasanya berasumsi bahwa pengguna web hanya mengakses dokumen-dokumen yang diperkenankan diakses
o   Pemilik biasanya berasumsi bahwa identitas pengguna yang dimasukan selalu benar dan pasti
·         Dari kedua belah pihak
o   Sama-sama berasumsi bahwa komunikasi yang mereka lakukan hanya melibatkan dua pihak saja
o   Sama-sama berasumsi bahwa data-data atau informasi yang diberikan sifatnya benar dan tidak dimodifikasi
Dari asumsi-asumsi seperti itulah, eksploitasi web dapat dilakukan, seperti :
·         Tampilan web diubah-ubah yang dapat menimbulkan kerugian bagi pemilik web dan orang-orang yang membacanya. Ekspolitasi ini dikenal dengan nama web defacement . Ada dua jenis ekspolitasi ini berdasarkan dampak pada web yang menjadi target. Yang pertama, penyerang merubah semua tampilan webnya. Jenis ini biasanya dilakukan langsung ke komputer web  server yang telah ditembusi oleh si penyerang dengan mengubahnya langsung pada filenya. Yang kedua, penyerang hanya merubah sebagian tampilan webnya atau menambahi web tersebut dengan menambahkan script atau perintah yang dapat merubah tampilan web tersebut.
·         Data-data pada server diubah. Caranya dengan si penyerang masuk ke server dan diubah manual atau mengubah data-data tersebut pada database server tersebut. Salah satu contohnya dengan SQL injection. SQL injection ini dilakukan jika web menggunakan login dengan memasukkan karakter string  SQL sehingga query SQL yang dipasang untuk mengecek user bernilai true dan berhasil dibobol namun seharusnya tidak boleh.
·         Penyerangan dengan DoS Attack
·         Penyadapan informasi. Penyadapan informasi ini sangat banyak dilakukan melalui internet dengan cara si penyerang berusaha membuat dirinya agar si target tidak mencurigai si penyerang sehingga si target memberikan informasinya
Dengan begitu banyaknya eksploitasi yang dapat dilakukan, seharus kita menerapkan berbagai macam antisipasi-antisipasi yang dapat mengurangi ancaman tersebut agar web kita tidak dieksploitasi oleh pihak yang tak bertanggungjawab dan agar kita tidak menerima kerugian yang besar akibat eksploitasi itu. Berikut adalah beberapa antisi pasi yang dapat dilakukan :
·         Menerapkan akses control, misalnya web tersebut hanya bisa diakses oleh IP Address tertentu saja,  menerapkan login , penggunaan  token  atau melakukan enkripsi sehingga kita dapat mengontrol siapa-siapa yang mengakses komputer kita.
·         Mengamankan media transmisi dengan menlakukan enkripsi pada data-data yang dikirim
Sumber :
·         E-book 0132856204 - Computer Networking oleh Prof.   Richardus Eko Indrajit   
·         http://www.proweb.co.id/articles/web_design/website_adalah.html


Jumat, 17 Mei 2013 0 komentar

Denial of Service (DoS)

DoS merupakan singkatan dari Denial of Service yang berarti penolakan layanan. DoS ini merupakan salah satu ancaman serangan yang sering terjadi dalam sistem jaringan dimana si penyerang berusaha dengan berbagai macam cara menghabiskan sumber daya jaringan sehingga layanan server atau host tidak dapat diberikan atau sampai kepada client dan bahkan membuat server atau host menjadi hang. Walaupun serangan DoS ini hanya sebatas membanjiri jaringan server atau host, namun serangan ini bisa berdampak buruk dan menimbulkan kerugian yang besar bagi kegiatan pemilik server atau host tersebut. Contohnya pada layanan perbankan yaitu mesin ATM yang menggunakan internet. Jika jaringan mesin ATM diserang, maka ATM tidak dapat digunakan dan segala aktivitas perbankan yang dapat dilakukan di mesin ATM tidak terlayani dengan baik, serta membuat nasabah menjadi menumpuk di bank pemilik mesin ATM tersebut. Sehingga pihak bank tersebut mengalami kerugian yang besar.

Menurut Budi Raharjo, seranagn DoS ini merupakan sebuah usaha untuk melumpuhkan sistem target agar sistem tersebut tidak dapat memberikan layanan-layanannya. Serangan DoS ini juga biasa dipakai bersamaan dengan serangan lain untuk melupuhkan sistem targetnya.

Serangan DoS ini biasa terjadi pada layer physical. Layer physical merupakan layer OSI yang paling bawah dan berhubungan langsung dengan media transmisi. Layer physical berfungsi untuk mengatur pengiriman dan penerimaan bit-bit data melalui media transmisi, seperti kabel UTP/STP, kabel koaksial,  gelombang radio, dan lain-lain. Pada layer ini, serangan DoS dapat dilakukan dengan memasukan traffic-traffic palsu ke dalam sistem jaringan yang membuat sumber daya jaringan menjadi berkurang akibat banyaknya traffic yang terjadi sehingga layanan server yang diberikan menjadi terhambat dan membuat client tidak dapat menerima layanan server tersebut. Selain dengan memasukan traffic palsu, Serangan DoS ini juga dapat dilakukan dengan melakukan perusakan terhadap kabel transmisi dengan menggunakan gelombang elektromagnetik, mengunting kabel, dan lain-lain sehingga layanan server yang diberikan tidak sampai kepada client.

Selain pada layer physical, serangan DoS juga dapat terjadi pada layer network. Layer network merupakan layer OSI ketiga yang bertugas untuk menentukan jalur komunikasi data yang biasa disebut routing. Serangan DoS pada layer ini biasa disebut Smurf Attack. Penyerangan Smurf Attack ini dlakukan dengan menggunakan perintah ping yang dikirim/dijalankan ke alamat broadcast dan ketika ping diterima oleh komputer yang terhubung ke alamat broadcast tersebut akan membalas request tersebut. Jika sistem yang terhubung ke alamat broadcast tersebut terdiri dari banyak komputer dan ping tersebut terus dilakukan , maka sumber daya jaringan tersebut akan habis dan membuata layanan server sistem tersebut menjadi lambat dan bisa tidak ditermia oleh client.

Dengan kerugian yang bisa ditimbulkan oleh serangan DoS ini, maka kita perlu melakukan pencegahan agar sistem jaringan kita dapat terhindar dari serangan DoS ini. Berberapa pencegahan yang dapat kita lakukan yaitu :
·         Menerapkan filter router untuk menfilter komunikasi data yang tidak penting
·         Menon-aktifkan layanan jaringan yang tidak dibutuhkan agar tidak dimanfaatkan si penyerang menggunakan layanan tersebut
·         Menerapkan sistem kuota pada sistem jaringan kita sehingga kita dapat mengatur dan membatasi sumber daya jaringan agar tidak cepat habis
·         Selalu memantau aktivitas sistem kita dari segala aktivitas sistem dan user yang mencurigakan yang menyebabkan sumber daya jaringan kita cepat habis
·         Rutin memeriksa keamanan fisik jaringan kita agar sesuai dengan kebutuhan kita
·         Memasang firewall untuk memeriksa dan memantau aliran data yang mengalir dalam sistem jaringan
·         Memasang peralatan yang dapat mendeteksi jika terjadi perubahan pengaturan dalam sistem jaringan kita
·         Memasang alat intrusion detection system yang dapat memonitor dan memantau akitvitas mencurigakan pada sistem jaringan kita dan melaporkannya kepada admin.


Sumber :
·         E-book Keamanan Sistem Informasi Berbasis Internet oleh Budi Raharjo
·         E-book Security in Computing.chm
·         E-book Manajemen Keamanan               Informasi dan Internet oleh Prof. Richardus Eko Indrajit
·         E-book Protokol Jaringan oleh Riki Sriwijaya dari IlmuKomputer.Com
                             
      
 
;