Tampilkan postingan dengan label ancaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ancaman. Tampilkan semua postingan
Selasa, 25 Juni 2013 0 komentar

Incident Handling

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan insiden-insiden atau kejadian-kejadian baik yang berdampak positif ataupun negatif. Namun ketika mendengar kata insiden ini, kita selalu berpikir kata ini berdampak negatif. Insiden ini dapat terjadi baik kita sengaja maupun tidak. Insiden ini juga sering terjadi dalam kehidupan elektronik dan sudah menjadi bagian dari kehidupan elektronik. Dalam hal ini, kehidupan elektronik yang dimaksud merupakan kehidupan dalam bidang teknologi informasi. Insiden-insiden yang biasa terjadi secara tidak sengaja merupakan insiden yang secara tak sadar kita telah melakukannya, seperti ketika kita mencolokkan flash disk ke komputer kita yang tanpa kita sadari flash disk tersebut mengandung virus komputer yang berbahaya. Contoh insiden yang dilakukan sengaja yaitu kita mendownload program-program bajakan yang mengandung virus secara sengaja. Insiden ini sering terjadi pada waktu yang kurang tepat seperti ketika kita diburu deadline atau ketika admin sedang tidak ada ditempat. Insiden juga termasuk ketika kita melanggar kebijakan atau peraturan yang ada dan telah ditetapkan, seperti kebijakan untuk tidak membawa flash disk dari luar.

Insiden-insiden yang terjadi dapat berupa ancaman, seranagn virus, serangan pada sistem dan lain-lainnya. Insiden ini semakin lama akan semakin berkembang seiring dengan perkembangan teknologi saat ini.  Jika insiden-insiden yang tidak kita inginkan telah terjadi, maka insiden tersebut akan menghasilkan krisis-krisis yang terjadi pada sistem kita. Sehingga kita harus melakukan respon terhadapa inseiden tersebut agar insiden tersebut tidak semakin menambah krisis-krisis bagi sistem kita. Respon terhadap insiden yang dimaksudkan disini yaitu bagaimana cara kita untuk menanggulangi kiris-krisis yang terjadi akibat serangan dan ancaman yang telah terjadi. Berikut ada beberapa tujuan melakukan penganggulangan insiden (Incident Handling), yaitu :

·         Untuk memastikan apakah ada insiden yang sedang terjadi atau tidak
·         Untuk melakukan pengumpulan informasi-informasi yang akurat
·         Untuk melakukan pengambilan dan penangganan bukti-bukti
·         Untuk menjaga agar kegiatan berada dalam kerangka hukum, misalnya masalah privasi, legal action, dan lain-lain
·         Untuk meminimalkan gangguan terhadap operasi bisnis dan jaringan
·         Untuk membuat laporan yang akurat berserta rekomendasinya

Dalam melakukan penanggulangan insiden, ada metode yang diterapkan, yaitu :
  1.  Per-incident preparation, yaitu dengan membuat peraturan atau kebijakan-kebijakan beserta sanksi yang akan diterapkan
  2. Detection of incident, yaitu dengan melakukan pedeteksian insiden yang terjadi
  3. Initial response, yaitu langkah awal yang dilakukan untuk melakukan penagganan awal dan supaya bukti tidak hilang
  4. Response strategy formulasi, yaitu dengan mengatur strategi yang akan dilakukan untuk menanggulangi inisiden yang terjadi
  5. Duplication, yaitu dengan membuat duplikasi untuk back up forensik
  6. Investigation, yaitu langkah untuk melakukan analisa dan investigasi terhadap insiden dengan menggunakan bukti-bukti yang ditemukan
  7. Security measure implementation, yaitu dengan melakukan penerapan tindakan pengamanan dan melakukan pengukuran tingkat keamanannya
  8. Network monitoring, yaitu langkah yang dilakukan untuk memonitor aktivitas jaringan yang ada
  9. Recovery, yaitu langkah yang dilakukan untuk memperbaiki dan menyembuhkan sistem kita. Jika sistem kita telah disusupi, maka penyusup pasti akan membuat jalan atau pintu belakang yang sulit untuk kita temukan. Jadi, kita tinggal merecovery sistem kita seperti semula sehingga pintu atau jalan tersebut manjadi hilang atau tertutup.
  10. Follow-up, yaitu  dengan melakukan pemeliharaan secara berkala dan penjagaan yang ketat agar tidak terjadi insiden lagi, serta selalu melakukan back up data secara berkala.
Namun ada beberapa kendala dan permasalahan yang sering dihadapi dalam melakukan incident handling ini, baik dari teknis maupun non-teknis.

·         Dari teknis
o   Apa saja yang harus dilaporkan ?. Kendala ini muncul dari kita sebagai orang awam yang belum tahu langkah awal yang kita lakukan. Dari http://www.cert.or.id, hal yang harus dilaporkan ketika terjadi insiden internet, yaitu file log, timestamp, nama yang mengadu dan nomor telepon yang bisa dihubungi.selain itu, ada beberapa informasi yang perlu dilaporkan, yaitu :
§  Apakah ada informasi yang confidential, seperti nomor IP, user id, password, data, file dan lain-lain ?
§  Perlunya packet scrubbing?  
§  Terlalu sedikit/banyak data yang dilaporkan
o   Ketersediaan trouble ticketing system, help desk. Layanan untuk menlapor insiden yang kita alami biasanya tidak 24 jam. Selain itu, ada kemungkinan  kita tidak lansung dilayani sehingga ada kemungkinan barang bukti sudah dihilangkan atau diubah.
o   Data-data log sering tidak tersedia sehingga menyulitkan incident handling. Data-data log terebut bisa tidak tersedia karena telah dihapus oleh pemiliknya yang bekerja sama dengan penyusup atau tidak diberikan oleh pemilik karena merupakan data rahasia.
o   Penggunaan perangkat yang sudah disertifikasi sebagai perangkat penangganan insiden, misalnya disk copier.
·         Non-teknis
o   Organisasi. Untuk orang awam seperti kita, kita merasa bingung harus melapor kepada siapa. Oleh karena itu, kita perlu membentuk sebuah tim yang dapat melakukan penanggulangan insiden secara cepat. Atau melapor ke organisasi yang lebih tinggi di luar institusi lokal, misalnya ID-CERT, CERT, APSIRC, dan lain-lain.
o   Hubungan dengan policy dan procedure, System Operating Procedure yang seringkali tidak dimiliki oleh institusi
o   Ketersediaan Sumber Daya Manusia yang terbatas

Sumber
  • http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptunikompp-gdl-ariefnurha-24962
  • http://www.cert.or.id/indeks_berita/berita/14/
  • http://br.paume.itb.ac.id/courses/ec5010/incident-handling.ppt‎    

Rabu, 05 Juni 2013 0 komentar

Email Security

Email merupakan singkatan dari electronic mail yang berarti surat elektronik. Email ini sekarang sudah banyak digunakan untuk mengirimkan surat secara elektronik melalui jaringan sehingga orang tidak perlu lagi untuk membeli amplop dan mengirimnya ke kantor pos. Selain untuk mengirim surat atau pesan, email ini juga digunakan sebagai syarat untuk mendaftar di beberapa aplikasi web, jejaring social dan lain-lain. Email ini diminta oleh si pemilik web agar si pemilik web dapat mengirimkan pemberitahuan-pemberitahuan yang penting bagi penggunanya dan juga dapat digunakan sebagai media promosi. Di dalam dunia kerja dan pendidikan, email juga digunakan untuk mengirimkan tugas-tugas yang kita kerjakan kepada atasan atau guru sehingga dapat mempercepat kinerja kita dan perusahaan atau  sekolah. Email ini dapat kita gunakan untuk mengirimkan data-data elektronik, seperti gambar, video, dan lain-lain.
Sistem email yang kita gunakan saat ini terdiri dari tiga komponen yang saling berhubungan yaitu Mail User Agent (MUA), Mail Transfer Agent (MTA) dan Simple Mail Transfer Protocol (SMTP). Mail User Agent merupakan fasilitas email yang berhubungan langsung dengan user yang digunakan untuk menulis, mengirim, membaca, serta menyimpan email. MUA ini terdapat dalam dua jenis, yaitu berbasis desktop dan berbasis web. Contoh MUA berbasis desktop yaitu Microsoft Outlook 2010, K-Mail, Pine, dan lain-lain. Sedangkan, contoh MUA berbasis web yaitu Gmail, Yahoo!mail, Hotmail, dan lain-lain. Mail Transfer Agent merupakan server yang bertugas untuk mengirimkan, meneruskan dan menerima email user. Beberapa contoh MTA yaitu Sendmail, Qmail, Postfix, MDaemon. Simple Mail Transfer Protocol merupakan protocol yang digunakan untuk mengirimkan email antara MTA satu dengan MTA yang lain. Beberapa contoh SMTP yang ada yaitu stmp.telkom.net, smtp.indosat.net.id, smtp.biz.net.id, dan lain-lain. Proses komunikasi antara ketiga komponen tersebut yaitu pertama user mengirimkan email melalui MUA. Kemudian MUA mengirimkan email tersebut ke MTA terdekat. Lalu MTA mencari MTA tujuan berdasarkan alamat tujuan email. Dan setelah ditemukan, maka pengiriman email dilakukan oleh SMTP ke server tujuan. Lalu server tujuan tersebut mengirim email tersebut usernya yang menjadi tujuan pengiriman email tersebut.
Email sebenernya terdiri dari header dan body email. Header email berisi informasi-informasi tentang pengirim dan tujuan email dan berisi informasi-informasi dari setiap MTA yang dilalui saat pengiriman dilakukan. Dan body email berisikan pesan-pesanyang ditulis oleh pengirim. Sedangkan struktur alamat email sendiri terdiri dari username dan nama domain yang dipisahkan oleh tanda @ yaitu username@namadomain. Contoh alamat email mrx@gmail.com berarti email ini terdaftar pada server gmail.com dan username yang terdaftar yaitu mrx.
Beberapa ancaman dan serangan yang dapat dilakukan oleh para hacker terhadap fasilitas ini dan cara penanganannya yaitu :

  • Penyadapan. Penyadapan ini dapat dilakukan karena sifat email  yang terbuka yaitu pesan yang dikirim tersebut tertulis secara jelas dan lengkap sehingga para hacker dapat membacanya dengan jelas. Selain itu ,email yang dikirim oleh MUA ke MTA terdekat akan terus dikirim kan ke MTA berikutnya sampai ke MTA tujuan sehingga hacker dapat mengambil email tersebut, merubahnya dan mengirimnya kembali ketujuannya. Dan hacker juga dapat langsung  mengirimkan email palsu ke MTA, namun setiap aktivitas pengiriman tercatat pada berkas log. Cara penanggannya dapat dilakukan dengan selalu memeriksa dengan teliti header email yang masuk atau mencurigakan.    
  • Virus. Virus ini dapat masuk ke dalam email atau komputer kita akibat kecerobohan kita yang mengattact langsung file yang mengandung virus atau mengambil atau membuka file yang mengandung virus. Ancaman ini juga dapat terjadi karena firewall yang tidak bekerja pada layer aplikasi. Virus ini juga bisa disebabkan oleh MUA itu sendiri yang langsung membuka file attachment untuk kenyamanan pengguna. Oleh karena itu,cara penanganan yang dapat kita lakukan yaitu dengan memasang antivirus yang selalu terupdate dan jangan langsung membuka attachment yang mencurigakan.
  • Spamming. Spamming ini dilakukan oleh hacker dengan mengirimkan email sebanyak-banyaknya ke sembarang alamat email yang membuat kotak masuk alamat email yang dikirimi menjadi penuh. Ditambah pula jika antivirus yang terpasang di email tersebut tidak mengenali pesan tersebut sebagai spam melainkan sebagai pesan normal. Oleh karena itu, kita perlu melapor pesan tersebut kepada server agar server dapat mengambil pesan tersebut sebagai data sampel untuk mengurangi spam. Kita juga perlu memasang anti spam yang membantu kita menfilter pesa-pesan spam tersebut.   
  • Mail bomb. Mail bomb ini dilakukan oleh seorang hacker yang mengirim banyak pesan email ke satu alamat tujuan secara berulang-ulang sehingga kotak masuk email tersebut semakin penuh dan juga membuat server email tersebut semakin lambat. Cara penanggannya dapat dilakukan dengan membatasi ukuran email yang dikirim, menerapkan sistem quota disk, atau memasang filter untuk email yang duplikasi.
  • Mail Relay. Mail relay ini dapat terjadi jika serve membuat servernya open relay, maksudnya mail server tersebut memperbolehkan pihak lain di luar networknya untuk mengirimkan email melalui server tersebut. Jika terjadi seperti itu, maka pihak luar tersebut dapat memanfaatkannya untuk melakukan bomb mail, spamming, atau mengirim mail palsu ke target yang berada pada server lain sehingga pihak luar tersebut dapat lolos dari penangkapan jika ingin ditangkap karena yang akan dituduh bukan pihak tersebut melainkan server yang memperbolehkan untuk melakukan hal tersebut. Sehingga kita harus mensetting email tersebut agar tidak menjalankan open relay dan port-port server yang tidak digunakan agar tidak dimanfaatkan orang lain untuk berbuat aneh-aneh.
Sumber :

  • E-book 0132856204 - Computer Networking oleh Kurose Ross
  • http://achmad.glclearningcenter.com/2009/10/01/apa-itu-mail-server-open-relay/
  • http://techscape.co.id/hosting/smtp.ts
  • http://www.anneahira.com/pengertian-email.htm
Selasa, 04 Juni 2013 0 komentar

WWW Security

WWW merupakan singkatan dari World Wide Web. WWW merupakan tempat berkumpulnya seluruh halaman web yang biasanya terangkum dalam suatu domain atau subdomain. Halaman-halaman web tersebut  semuanya dapat diakses oleh public. Halaman web tersebut berisi berbagai macam informasi, berupa tulisa, gambar, video, dan lain-lain. Halaman web biasanya dibuat berbasis HTML (Hyper Text Markup Language). Dan untuk bisa mengakses halaman web, kita menggunakan protocol HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) yang berfungsi untuk meminta layanan dari server website untuk diberikan kepada client atau penguna layanan.
Dalam membangun sebuah layanan web, ada 2 pihak yang selalu ada dalam sebuah layanan web, yaitu pihak server dan pihak client. Server bertugas untuk memberikan dan menyediakan layanan kepada pihak client. Dan pihak client yang menerima layanan tersebut. Selain dari 2 pihak tersebut, kita juga membutuhkan jaringan komputer yang menghubungkan kedua pihak tersebut untuk dapat saling berkomunikasi. Server yang paling umum digunakan oleh pihak penyedia server yaitu server Apache. Pihak client hanya membutuhkan web browser agar layanan server dapat diakses. Contoh browser yang biasa digunakan yaitu Internet Explorer, Google Chrome, Mozilla Firefox, Safari dan lain-lain.
Sekarang ini, banyak pengembang-pengembang sistem berusaha membangun sistem aplikasi yang berbasis web karena banyaknya kelebihan yang dimiliki sistem berbasis web. Kelebihan-kelebihan dari sistem berbasis web tersebut antara lain :
·         Bagi pengguna sistem tersebut hanya membutuhkan browser untuk dapat mengakses sistem tersebut
·         Jika pengembang ingin melakukan update sistem tersebut, maka update hanya dilakukan pada sistem yang ada di servernya
·         Browser client dapat ditambahkan plugin untuk dapat menambah fitur yang diinginkan
·         Sistem berbasis web dapat bekerja di sistem operasi manapun selama client memiliki browser yang terpasang di sistemnya
Selain beberapa kelebihan tersebut, ada beberapa asumsi-asumsi dari pihak pengguna dan server yang menimbulkan ancaman dan serangan bagi keamanan web.
·         Dari sisi pengguna
o   Pengguna biasanya berasumsi bahwa server yang digunakan tersebut benar-benar dimiliki dan dicontrol langsung oleh pemiliki server tersebut sehingga pengguna tidak memeriksa servernya lagi
o   Pengguna biasanya berasumsi bahwa dokumen yang ada dan ditampilkan dari server tersebut bebas dari virus sehingga pengguna membuka-bukanya saja tanpa ada perasaan waspada
o   Pengguna biasanya berasumsi bahwa server tidak akan mencatat atau mendistribusikan informasi tentang user sehingga pengguna bebas melakukan apa saja
·         Dari sisi server
o   Pemilik biasanya berasumsi bahwa pengguna webnya selalu beritikad baik dan tidak beritikad untuk merusak web atau mengubah isinya
o   Pemilik biasanya berasumsi bahwa pengguna web hanya mengakses dokumen-dokumen yang diperkenankan diakses
o   Pemilik biasanya berasumsi bahwa identitas pengguna yang dimasukan selalu benar dan pasti
·         Dari kedua belah pihak
o   Sama-sama berasumsi bahwa komunikasi yang mereka lakukan hanya melibatkan dua pihak saja
o   Sama-sama berasumsi bahwa data-data atau informasi yang diberikan sifatnya benar dan tidak dimodifikasi
Dari asumsi-asumsi seperti itulah, eksploitasi web dapat dilakukan, seperti :
·         Tampilan web diubah-ubah yang dapat menimbulkan kerugian bagi pemilik web dan orang-orang yang membacanya. Ekspolitasi ini dikenal dengan nama web defacement . Ada dua jenis ekspolitasi ini berdasarkan dampak pada web yang menjadi target. Yang pertama, penyerang merubah semua tampilan webnya. Jenis ini biasanya dilakukan langsung ke komputer web  server yang telah ditembusi oleh si penyerang dengan mengubahnya langsung pada filenya. Yang kedua, penyerang hanya merubah sebagian tampilan webnya atau menambahi web tersebut dengan menambahkan script atau perintah yang dapat merubah tampilan web tersebut.
·         Data-data pada server diubah. Caranya dengan si penyerang masuk ke server dan diubah manual atau mengubah data-data tersebut pada database server tersebut. Salah satu contohnya dengan SQL injection. SQL injection ini dilakukan jika web menggunakan login dengan memasukkan karakter string  SQL sehingga query SQL yang dipasang untuk mengecek user bernilai true dan berhasil dibobol namun seharusnya tidak boleh.
·         Penyerangan dengan DoS Attack
·         Penyadapan informasi. Penyadapan informasi ini sangat banyak dilakukan melalui internet dengan cara si penyerang berusaha membuat dirinya agar si target tidak mencurigai si penyerang sehingga si target memberikan informasinya
Dengan begitu banyaknya eksploitasi yang dapat dilakukan, seharus kita menerapkan berbagai macam antisipasi-antisipasi yang dapat mengurangi ancaman tersebut agar web kita tidak dieksploitasi oleh pihak yang tak bertanggungjawab dan agar kita tidak menerima kerugian yang besar akibat eksploitasi itu. Berikut adalah beberapa antisi pasi yang dapat dilakukan :
·         Menerapkan akses control, misalnya web tersebut hanya bisa diakses oleh IP Address tertentu saja,  menerapkan login , penggunaan  token  atau melakukan enkripsi sehingga kita dapat mengontrol siapa-siapa yang mengakses komputer kita.
·         Mengamankan media transmisi dengan menlakukan enkripsi pada data-data yang dikirim
Sumber :
·         E-book 0132856204 - Computer Networking oleh Prof.   Richardus Eko Indrajit   
·         http://www.proweb.co.id/articles/web_design/website_adalah.html


Jumat, 17 Mei 2013 0 komentar

Denial of Service (DoS)

DoS merupakan singkatan dari Denial of Service yang berarti penolakan layanan. DoS ini merupakan salah satu ancaman serangan yang sering terjadi dalam sistem jaringan dimana si penyerang berusaha dengan berbagai macam cara menghabiskan sumber daya jaringan sehingga layanan server atau host tidak dapat diberikan atau sampai kepada client dan bahkan membuat server atau host menjadi hang. Walaupun serangan DoS ini hanya sebatas membanjiri jaringan server atau host, namun serangan ini bisa berdampak buruk dan menimbulkan kerugian yang besar bagi kegiatan pemilik server atau host tersebut. Contohnya pada layanan perbankan yaitu mesin ATM yang menggunakan internet. Jika jaringan mesin ATM diserang, maka ATM tidak dapat digunakan dan segala aktivitas perbankan yang dapat dilakukan di mesin ATM tidak terlayani dengan baik, serta membuat nasabah menjadi menumpuk di bank pemilik mesin ATM tersebut. Sehingga pihak bank tersebut mengalami kerugian yang besar.

Menurut Budi Raharjo, seranagn DoS ini merupakan sebuah usaha untuk melumpuhkan sistem target agar sistem tersebut tidak dapat memberikan layanan-layanannya. Serangan DoS ini juga biasa dipakai bersamaan dengan serangan lain untuk melupuhkan sistem targetnya.

Serangan DoS ini biasa terjadi pada layer physical. Layer physical merupakan layer OSI yang paling bawah dan berhubungan langsung dengan media transmisi. Layer physical berfungsi untuk mengatur pengiriman dan penerimaan bit-bit data melalui media transmisi, seperti kabel UTP/STP, kabel koaksial,  gelombang radio, dan lain-lain. Pada layer ini, serangan DoS dapat dilakukan dengan memasukan traffic-traffic palsu ke dalam sistem jaringan yang membuat sumber daya jaringan menjadi berkurang akibat banyaknya traffic yang terjadi sehingga layanan server yang diberikan menjadi terhambat dan membuat client tidak dapat menerima layanan server tersebut. Selain dengan memasukan traffic palsu, Serangan DoS ini juga dapat dilakukan dengan melakukan perusakan terhadap kabel transmisi dengan menggunakan gelombang elektromagnetik, mengunting kabel, dan lain-lain sehingga layanan server yang diberikan tidak sampai kepada client.

Selain pada layer physical, serangan DoS juga dapat terjadi pada layer network. Layer network merupakan layer OSI ketiga yang bertugas untuk menentukan jalur komunikasi data yang biasa disebut routing. Serangan DoS pada layer ini biasa disebut Smurf Attack. Penyerangan Smurf Attack ini dlakukan dengan menggunakan perintah ping yang dikirim/dijalankan ke alamat broadcast dan ketika ping diterima oleh komputer yang terhubung ke alamat broadcast tersebut akan membalas request tersebut. Jika sistem yang terhubung ke alamat broadcast tersebut terdiri dari banyak komputer dan ping tersebut terus dilakukan , maka sumber daya jaringan tersebut akan habis dan membuata layanan server sistem tersebut menjadi lambat dan bisa tidak ditermia oleh client.

Dengan kerugian yang bisa ditimbulkan oleh serangan DoS ini, maka kita perlu melakukan pencegahan agar sistem jaringan kita dapat terhindar dari serangan DoS ini. Berberapa pencegahan yang dapat kita lakukan yaitu :
·         Menerapkan filter router untuk menfilter komunikasi data yang tidak penting
·         Menon-aktifkan layanan jaringan yang tidak dibutuhkan agar tidak dimanfaatkan si penyerang menggunakan layanan tersebut
·         Menerapkan sistem kuota pada sistem jaringan kita sehingga kita dapat mengatur dan membatasi sumber daya jaringan agar tidak cepat habis
·         Selalu memantau aktivitas sistem kita dari segala aktivitas sistem dan user yang mencurigakan yang menyebabkan sumber daya jaringan kita cepat habis
·         Rutin memeriksa keamanan fisik jaringan kita agar sesuai dengan kebutuhan kita
·         Memasang firewall untuk memeriksa dan memantau aliran data yang mengalir dalam sistem jaringan
·         Memasang peralatan yang dapat mendeteksi jika terjadi perubahan pengaturan dalam sistem jaringan kita
·         Memasang alat intrusion detection system yang dapat memonitor dan memantau akitvitas mencurigakan pada sistem jaringan kita dan melaporkannya kepada admin.


Sumber :
·         E-book Keamanan Sistem Informasi Berbasis Internet oleh Budi Raharjo
·         E-book Security in Computing.chm
·         E-book Manajemen Keamanan               Informasi dan Internet oleh Prof. Richardus Eko Indrajit
·         E-book Protokol Jaringan oleh Riki Sriwijaya dari IlmuKomputer.Com
                             
      
Selasa, 16 April 2013 0 komentar

Hacktivisme


Hacktivisme adalah suatu kegiatan atau aktivitas yang menunjuk kepada aktivitas hacking. Hacking sendiri dapat diartikan  sebagai suatu tindakan yang dilakukan sesorang untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang dialaminya, seperti jika sesorang mempunyai sandal jepit yang tiba-tiba talinya putus, maka dia akan berusaha mencari cara agar bisa mengatasi masalah tersebut dengan menacapkan kayu sebagai penganjalnya. Namun istilah hacking lebih sering menunjukan pada aktivitas yang terjadi di internet karena melalui internetlah banyak orang yang melakukan hacking dengan berbagai tujuan. Sekarang juga banyak buku-buku dan website yang mengajarkan berbagai macam cara melakukan hacking sehingga banyak juga yang melakukan hacking dengan berbagai alasan, seperti untuk mencari tantangan, untuk melakukan kriminalitas, untuk coba-coba, dan lain-lain.
Orang-orang yang melakukan aktivitas hacking ini disebut sebagai hacker/cracker. Sampai sekarang, jika orang mendengar kata hacker maka selalu menujuk orang yang melakukan kejahatan dengan cara melakukan penyusupan melalui internet, namun hacker tidak selamanya jahat.  Ada yang menjadi hacker untuk membantu orang lain dan untuk tujuan positif,seperti membantu menjaga keamanan sistem suatu perusahaan, tetapi ada juga yang memang bertujuan mencari keuntungan pribadi dan tujuan negatif, seperti merusak sistem suatu perusahaan, dan inilah yang disebut cracker. Berikut adalah beberapa perbedaan antara hacker dan cracker, antara lain :
·         Hacker
o   Memiliki kemampuan untuk mencari kelemahan-kelemahan suatu sistem dan tindakan pengamanannya
o   Bertindak sesuai etika hacker
o   Bersedia membagikan ilmunya kepada orang lain demi kebaikan dan pengetahuan
o   Membangun sistem yang memberikan keuntungan bagi banyak orang
o    Selalu memperdalam ilmu dan pemahamannya tentang sistem operasi
·         Cracker
o   Selalu membuat program-program yang dapat menimbulkan keruguan yang besar bagi orang lain tetapi menimbulkan keuntungan bagi dirinya sendiri
o   Mempunyai IP addres yang tak terlacak
o   Mempunyai website atau channel dalam IRC yang tersembunyi dan hanya bisa diakses oleh orang tertentu saja
o   Biasanya bekerja sendiri ataupun berkelompok
Ada beberapa tipe-tipe hacker yaitu :
·         Menurut Richardus Eko Indrajit
1.       Black Hats, adalah kumpulan orang-orang yang memiliki kemampuan di bidang keamanan komputer yang melebihi rata-rata yang melakukan hacking dengan membuat dan memasukan program atau kode-kode jahat kepada target untuk tujuan keuntungan pribadi. Orang yang bertipe ini dikenal dengan nama cracker.
2.       White Hats, adalah kumpulan orang-orang yang ahli di bidang internet yang berusaha melakukan penyusupan ke dalam sistem dengan cara apapun yang diketahuinya untuk mecari kelemahan-kelemahan sistem dan memperbaikinya adar keamanan sistem tersebut dapat terjamin dan tidak merugikan bagi pemilik sistem tersebut. Orang yang bertipe ini dikenal dengan nama system analist
3.       Gray Hats, adalah kumpulan orang-orang yang kadang-kadang bertindak sebagai orang bertipe black hats dan kadang-kadang sebagai orang bertipe white hats
4.       Suicide Hackers, adalah kumpulan orang-orang yang melakukan hacking dengan tujuan untuk membelas dendam. Orang-orang yang bertipe ini tidak memikirkan kerugian atau akibat yang timbul baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain dan hanya memikirkan agar tujuannya itu bisa tercapai.
·         Menurut Onno W. Purbo
1.       The Curious, adalah orang yang melakukan hacking dengan tujuan untuk ingin belajar atau coba-coba teknik atau cara hacking
2.       The Malicious, adalah orang yang melakukan hacking dengan tujuan untuk melakukan kejahatan atau kriminalitas yang merugikan orang lain
3.       The High-profile intrude, adalah orang yang melakukan hacking dengan tujuan untuk pamer kemampuannya dalam melakukan hacking dan tidak merugikan orang lain
4.       The Competition, adalah orang yang melakukan hacking dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan materi
Metode yang biasa dilakukan hacker dalam melakukan hacking  yaitu :
1.       Melakukan pengamatan terhadap target serangan dengan berusaha mengenali dan mencari tahu mengenai sistem target baik secara aktif maupun pasif. Secara aktif maksudnya si hacker berusaha terus mencari tahu segalah hal tentang target . Secara pasif maksudnya si hacker hanya mengamati perilaku atau kegiatan-kegiatan yang dilakukan target.
2.       Setelah mengetahui seluk beluk target, si hacker berusaha mencari celah-celah atau jalan masuk yang bisa dimasuki dengan mengunakan berbagai macam tools atau teknik ke dalam sistem target.
3.       Setelah menemukan jalan masuk, kemudian si hacker berusaha dengan berbagai macam cara untuk masuk dan berusaha mengutak-atik sistem agar memperoleh hak akses terhadap sistem agar si hacker bisa mengakses sistem tersebut lain waktu
4.       Lalu setelah medapat hak akses, si hacker memasukan program-program yang bisa menimbulak kerusakan bagi target, kehilangan data dan lain-lain. Pada tahap ini juga, si hacker bisa melakukan pencurian data dan sebagainya sesuai keinginan si hacker terhadap si target
5.       Setelah selesai melakukan hacking, si hacker harus menghapus jejak masuknya agar tidak terbaca oleh orang lain sehingga dia tidak tertangkap
Cara pencengahan yang dapat dilakukan agar dapat terhindar dari hacker, yaitu :
1.       Melakukan upgrade dan patch perangkat lunak yang digunakan secara berkala
2.       Menerapkan dan meningkatkan keamanan yang berlapis sampai ke level user
3.       Membuat dan menerapkan kebijakan dan kendali atas hak askes yang dimiliki pengguna sistem terhadap sistem secara ketat
4.       Melakukan pemantauan trafik jaringan internet secara berkala
5.       Memasang alat untuk mendeteksi penyusup yang masuk
Sumber :
·         E-book Mempelajari Cara Hacker Beroperasi  dalam Dunia Internet oleh Prof. Richardus Eko Indrajit
·         E-book Fenomena Hactivism dan Permasalahannya oleh Prof. Richardus Eko Indrajit
·         http://blog.duniascript.com/perbedaan-hacker-dengan-cracker.html
Selasa, 26 Maret 2013 0 komentar

Ancaman Keamanan Internet


                Ketika kita ingin menjaga keamanan komputer kita yang terhubung dengan internet, kita selalu dan pasti memasang atau menginstal software anti-virus, anti-spyware, dan lain-lain serta melakukan update anti-virus atau sistem. Tetapi tidak hanya sebatas itu, kita juga harus memperhatikan juga tingkah laku orang-orang yang menggunakan komputer tersebut, apakah cara penggunaannya sudah benar atau tidak. Dan juga harus melakukan pengamanan terhadapa data-data yang ada dalam sistem kita untuk mencegah kejadian yang tidak terduga terjadi.

Contohnya mesin ATM yang dipasang oleh pihak bank. Dalam pembuatan mesin ATM, pabrik sudah membuat agar mesin ATM tersebut aman dari gangguan secara fisik dan sistem yang digunakan sudah dilakukan uji coba sedemikian rupa agar mesin tersebut aman dari gangguan yang tidak diinginkan. Setelah memiliki mesin ATMnya, pihak bank juga harus memperhatikan tempat atau lingkungan sekitar dimana mesin ATM tersebut diletakkan supaya aman. Lalu untuk lebih meningkatkan keamanannya, pihak bank juga menugaskan seorang satpam untuk melakukan penjagaan, memasang kamera CCTV dan melakukan perawatan mesin ATM dalan jangka waktu tertentu agar keamanannya yang lebih terjamin dan tidak menimbulkan kerugian dari pihak bank pemilik mesin ATM tersebut. Dari contoh tersebut, aspek keamanan internet dapat kita begikan kedalam 3 aspek, yaitu :

1.       Aspek Teknis
Aspek teknis berkaitan dengan aspek keamanan dari segi teknologi yang digunakan, meliputi penggunaan peralatan, pemasangan peralatannya, penggunaan sistem aplikasi dan lain-lain. Dengan semakin berkembangnya teknologi internet, maka semakin bertambah banyaknya bentuk-bentuk ancaman dari segi teknis yang bermunculan dan diikuti juga pertumbuhan bentuk-bentuk atau cara-cara untuk mengatasi permasalahan tersebut. Berikut adalah beberapa contoh ancaman tersebut, antara lain :
·         Program atau perintah(code) yang bersifat jahat
Program atau perintah ini sengaja dibuat untuk merusak sistem kita, menghilangkan data-data kita dan lain-lain. Program atau perintah ini biasa dinamakan Malicious Code. Malicious code memiliki berbagai macam bentuk dan kerugian yang dapat ditimbulkan, antara lain :
1.       Virus, merupakan program yang dapat  menginfeksi komputer dan tidak dapat mencopy dirinya sendiri,  tetapi melekat pada program induknya dan aktif jika progam tersebut dieksekusi. Virus ini dapat merusak sistem operasi kita, merusak file-file kita, dan bahkan menghilangkannya tanpa diketahui.
2.       Worm, merupakan program yang dapat menyebar dan menginfeksi komputer lain secara sendirinya. Worm berbeda dengan virus. Worm hanya menyerang di memori saja sedangkan virus menyerang pada targetnya yang telah ditentukan oleh pembuatnya.
3.       Trojan, merupakan program yang tidak dapat meyebar atau mencopy dirinya sendiri. Trojan ini biasanya ikut dengan sebuah program, seolah-olah dia merupakan bagian dari program tersebut. Ketika program tersebut dicopy makan Trojan juga ikut dan jika user menjalankan sistem tersebut maka Trojan mulai aktif dan biasanya menghapus file-file 
·         Program yang memiliki eror
Biasanya para programmer membuat sebuah program yang belum terjamin keamanannya tetapi telah mempublikasikannya kepada pengguna untuk digunakan. Lalu setelah banyak yang ditemukan eror oleh penggunanya baru dilakukan perbaikan lanjutan. Program-program yang tidak sempurna tersebut meungkin memiliki banyak sekali eror-eror dan kelemahan-kelemahannya sehingga menyebabkan adanya lubang-lubang kerawanan yang dapat dimanfaatkan orang lain untuk masuk ke dalam komputer kita dan melakukan kejahatan yang merugikan kita.   
·         Iklan-iklan yang masuk tanpa kita minta
Iklan-iklan ini dapat masuk ke dalam komputer kita karena data-data kita telah terbaca oleh pemilik iklan. Hal itu disebabkan karena kita sudah pernah mengklik iklannnya sehingga pemilik iklan tersebut terus-menerus mengirimkan iklan tersebut tanpa kita minta yang menyebabkan komputer kita menjadi lambat bekerja.
·         Program mata-mata
Program mata-mata ini dapat masuk ke dalam komputer kita bisa diakibatkan oleh penyusup yang memasangnya atau karena kita tidak sengaja memasukkannya kedalam komputer kita. Program ini merekan segala aktivitas kita dengan menggunakan komputer, misalnya merekam aapa yang kita ketikan atau mencopy file kita tanpa kita ketahui. Lalu dalam jangka waktu tertentu megirimkan data tersebut ke pemiliknya.
·         Pencurian data-data pribadi
Pencurian data pribadi ini dilakukan dengan cara melakukan penipuan. Contoh yang pernah terjadi yaitu internet banking milik Bank BCA. Situs milik bank tersebut bernama http://www.klikbca.com/ tetapi biasa akibat kesalahan nasabah menuliskannya kilkbca.com, clickbca.com dan lain-lain sehingga membuat kesempatan untuk melakukan penipuan. Penipuan tersebut terjadi dengan membuat kembaran situs yang sangat mirip dan menggunakan link yang sering ditulis salah. Lalu ketika nasabah ingin melakukan login maka user dan pass yang terekam oleh pemilik situs palsu tersebut.
·         Banyaknya waktu untuk berbuat jahat
Akibat banyaknya pengangguran yang terjadi akhir-akhir ini menyababkan banyaknya para penganggur untuk mencoba-coba mencari uang denga mecoba melakukan kejahatan di internet. Dan juga cara-caranya kita dapat belajar sendiri dari internet. Dan jika berhasil, maka penganggur menjadi ketagihan dan terus mengembangkan keahliannya.

Dalam mengatasi segala ancaman tersebut, kita dapat melakukannya dengan memasang anti-virus, memasang anti-spyware, melakukan enkripsi data-data penting, memasang firewall, dan lain-lain.

2.       Aspek Bisnis
Aspek bisnis berkaitan dengan aspek keamanan dari pelaksanaan dan pemeliharan, meliputi melakukan pegamanan data-data penting, membuat rencana penanggulangan, menentukan kebijakan penggunaan sistem dan lain-lain. Berikut adalah beberapa hal yang menyangkut pelaksanaan dan pemeliharaan sistem komputer, antara lain :
·         Majanemen resiko
Kita membuat dan mengidentifikasi akibat-akibat yang dapat ditimbulkan jika keamanan sistem kita berhasil dirusak  oleh orang lain. Dan juga kita juga menyusun cara penanggulangannya dan rencana cadangan jika keamanan sistem kita berhasil dirusak oleh orang lain.   
·         Cost benefit analysis
Kita membandingkan biaya harus kita keluarkan  untuk mengamankan sistem dan data-data kita dengan besar kerugian yang dapat kita peroleh jika pengamanan tidak dilakukan.
·         Manajemen pelaksanaan keamanan
Kita harus mengatur dan menyusun pihak-pihak yang harus melaksanakan dan bertanggung jawab terhadap pemeliharaan keamanan sistem. Manejemen yang disusun harus sistematis mulai dari ketua sampai bawahan-bawahannya. Biasanya di setiap perusahaan telah memiliki pelaksanaanya, seperti manajer IT. Manajer IT ini lah yang bertanggung jawab melakukan pemeliharaan terhadap sistem perusahaan tersebut 
·         Manajemen pengamanan data
Kita mengatur dan menyusun rencana untuk melakukan pengamanan data-data digital secara berkala agar data-data tersebut selalu tersedia dan dapat digunakan jika kita butuhkan. Cara yang dapat kita lakukan dengan membuat salinan data, membuat back up data dan lain-lain. 
·         Kebijakan keamanan
Kita berusaha membuat dan menentukan peraturan, kebijakan, dan standar keamanan bagi sistem kita agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan. Misalnya, peraturan untuk setiap orang yang membawa ingin mencolokan flash disk ke dalam komputer perusahaan harus discan terlebih dahulu dan lain-lain.

3.       Aspek Sosial
Aspek sosial berkaitan dengan aspek keamanan dari kelakuan dari pengguna sistem dan lingkungan sekitar. Perkembangan teknologi saat ini sangat memudahkan manusia dalam beraktivitas dan juga membuat manusia semakin malas dan hanya bergantung pada teknologi. Dari berkembangnya internet sebagai dunia kedua, maka semakin banyak terbentuk komunitas-komunitas yang beragam, baik yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif. Sehingga menimbulkan kebiasaan-kebiasaan manusia yang beragam yang mungkin berdampak juga pada sistem komputer perusahaan tempat orang tersebut bekerja. Oleh karena itu, perusahaan tersebut haruslah berusaha untuk mencegak dampak negatif dari kebiasaan pengguna sistem agar tidak merugikan sistem komputernya. Berikut ada beberapa pilihan tindakan yang dapat dilakukan, yaitu :
·         Reward vs Punisment
Kita bisa memilih antara menggunakan penghargaaan atau dengan menggunakan hokum. Melalui penghargaan, kita bisa memberikan penghargaan kepada para pegawai yang bekerja dan dengan baik atau kepada pihak yang membantu agar keamanan sistem terjamin. Melalui hukuman, kita memberikan hukuman bagi yang melanggar peraturan yang telah ditetapkan. Namun, pemberian hukuman mungkin tidak terlalu efektif karena kejadian yang tidak diiingikan telah terjadi baru diberikan hukuman.
·         Pressure vs Education
Kita bisa memilih antara pemberian tekanan melalui banyak peraturan atau dengan pemberian pendidikan mengenai kerugian yang timbul akibat penggunaan yang salah atau keliru. Melalui pendidikan, kita bisa mengajarkan dampak-dampak yang terjadi akibat kebiasaan atau kelakuan yang keliru. Melalui tekanan, kita bisa membuat lebih banyak peraturan yang mengikat dalam perusahaan tersebut. Namun, pembuata peraturan membuat karyawan menjadi terbelenggu sehingga lebih mudah melanggar daripada penggunaan edikasi yang lebih membangun kepribadian dan pemahaman karyawan.
Sumber :
·         E-book Meneropong Isu Keamanan Internet oleh Richardus Eko Indrajit
·         https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:SZpPKA1dF58J:jurnal.atmaluhur.ac.id/wp-content/uploads/2012/03/MANAJEMEN-KEAMANAN-SYSTEM-INFORMASI.pdf+&hl=id&pid=bl&srcid=ADGEEShjWnGISbPEi4zaTv8Sj9QJ4wAInGbGNNfHn-SWavLYocWQ6HfV52SoAKxbhYk2wQmbZZJ8GdNKCzPx2IMKV0PQHx8WGuHEWFdRExp1nOCLL6WljjZ9tf68DLq5gsT2FYs3Q930&sig=AHIEtbTt4M0eZbF2OcyPlWYqNxYX_tJv2Q
Senin, 18 Maret 2013 1 komentar

Ancaman Keamanan Komputer



Dalam kehidupan sehari-hari kita, kita tidak pernah terlepas dari kekuatiran akan ancaman yang mungkin dapat muncul yang dapat menganggu aktivitas kita. Ancaman tersebut mungkin dapat disebabkan akan perbuatan kita atau karena perbuatan orang lain.Sebelum kita mendapat ancaman dari orang lain, kita seharusnya memikirkan terlebih dahulu ancaman yang dapat muncul akibat perbuatan kita. Contoh salah satu  ancaman yang dapat kita timbulkan yaitu akibat rumah yang kita bangun tersebut sangat besar dan mewah maka kemungkinan rumah kita menjadi incaran bagi para perampok yang ingin mencuri rumah kita.    

Ancaman keamanan komputer dapat kita gambarkan seperti ancaman dalam kehidupan sehari-hari.Misalnya sebuah sistem informasi perbankan yang memiliki banyak data-data penting dan rahasia kita banyangkan seperti rumah yang mewah tersebut sehinggabanyak para cracker atau penyusup atau perampok yang ingin berusaha masuk ke dalam sistem tersebut.


                Pada era globalisasi ini, Internet semakin lama semakin berkembang. Awalnya internet hanya dikembangkan untuk digunakan untuk kegiatan di bidang militer saja oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Namun sekarang, Internet sudah digunakan oleh siapa pun dan dengan tujuan apapun, misalnya di bidang penjualan(contohnya toko online), di bidang komunikasi (contohnya jejaring sosial) dan lain-lain. Selain itu, kita juga sudah sangat bergantung dengan internet dalam mencari informasi-informasi yang kita butuhkan. Karena kemudahannya yangdiberikan itu, kita tidak bisa lepas dari internet. Dibalik kemudahannya itu, internet memiliki ancaman keamanan yang sangat besar bagi keamanan komputer kita. Akibat banyaknya sistem atau aplikasi komputer yang berhubungan langsung dengan internet untuk berbagai kepentingan. Akibat banyaknya orang yang sangat bergantung dengan internet, maka nilai dari internet semakin lama semakin meningkat. Dan dapat kita katakan sebagai sebuah rumah yang didalamnya terdapat harta yang berharga, karena dalam internet terdapat semua informasi-informasi penting yang tersimpan dalam sistem atau mengalir dari satu sistem ke sistemlain. Beberapa alasan yang membuat nilai dari internet semakin meningkat,antara lain :
  • Semakin meningkatnya jumlah pengguna internetsetiap harinya.
  • Semakin besarnya nilai transaksi yang terjadidalam internet
  • Semakin seringnya interaksi yang terjadi antara komputer dengan internet
  • Semakin bertambah banyak komunitas yang terjalin melalui internet
  •  Semakin banyaknya tujuan penggunaan internet


Menurut Eko Indrajitdalam buku Meneropong Isu Keamanan Internet, Ada 3 aspek yang perlu diperhatikan agar sistem komputer kita dapat aman dari ancaman-ancaman yang dapat timbul akibat internet, yaitu :
1.      Aspek teknis
Secara teknis, kita perlu memandang pengamanan interne tdari berbagai peristiwa-peristiwa yang semakin banyak timbul dalam penggunaan sistem internet seperti meningkatnya jumlah dan jenis spam, spyware, malicious code, phishing, identity theft, dan lain-lain. Sehingga untuk pegamanannya,kita dapat lakukan yaitu memasang anti-virus/ anti-spyware/ anti-spam/firewall untuk mencegah virus, spam, spyware masuk, melakukan enkripsi data-data yang kita miliki agar tidak dibaca orang lain dan lain-lain. 

2.      Aspek bisnis
Secara bisnis, kita perlu memandang pengamanan internet dari bebagai konteks bisnis (proses pertukaran data-data yang ada). Pertama dari sisi manajemen resiko, misalnya sebuah perusahaan yang sangat bergantung pada sistemnya yang terhubung ke internet. Kemudian setelah dilakukan analisa resiko, sistem tersebut memiliki banyak ancaman keamanan yang sangat beresiko. Kemudian lanjut ke sisi kedua, kita melakukan analisa cost benefit untuk membandingkan seberapa besar kerugian yang dapat ditimbulkan dengan biaya untuk mnegatasi masalah tersebut.Jika kerugian lebih besar dari biaya penanggulangan, maka kita lakukan penanggulanga tersebut. Dalam perbaikan tersebut, kita juga harus memenuhi standar keamanan internet yang ditetapkan oleh pemerintah nasional ataupun internasional. Ada juga cara yang digunakan dengan melakukan manajemen pengamanan data-data yang penting dalam sistem kita dan juga menetapkan standar pengoperasian sistem kita agar sistem tersebut dapat digunakan dengan baik dan tidak disalah gunakan.       

3.      Aspek sosial
Secara sosial, kita perlu memandang pengamanan internet dari karakteristik manusianya. Orang-orang sekarang ini lebih banyakmemperhatikan keuntungan-keuntungan internet daripada bahayanya sehingga diperlukan tindakan atau cara agar mereka bisa juga lebih memperhatikan bahaya yang mungkin timbul akibat kelalaian mereka sendiri. Salah satu contoh penangganan yang dapat dilakukan dengan membuat peraturan-peraturan yang harus ditaati oleh pengguna sistem.

                                             

Ancaman keamanan sistem dapat kita lihat dari sisi user itu sendiri dan sisi sistem komputer yang digunakan. Agar keamanan sistem yang kita gunakan dapat terjamin dari sisi sistem komputer yang digunakan, ada empat jenis lubang kerawanan sistem yang biasanya diserang oleh penyerang dalam dunia maya, yaitu :

1.       Kerawanan pada sistem operasi
Kerawanan ini dapat timbul pada sistem operasi komputer yang digunakan karena sistem operasi dibangun dengan banyak modul-modul dan sub-sub modul yang dibuat agar pengguna dapat menginstalasi sistemnya sesuai dengan kebutuhan akan keamanan yang diinginkan. Namun banyak pengguna hanya menginstalasi pada mode standar akibat ketidak-tahuaan  pengguna dalam menginstalasi yang menyebabkan terjadinya kerawanan. Selain itu juga, akibat terlalu banyaknya modul-modul atau sub-sub modul yang dibuat membuat sang pengembang sangat sulit untuk melakukan uji keamanan pada setiap modul atau sub modul tersebut.

2.       Kerawanan pada kualitas aplikasi
Kerawanan ini dapat timbul karena kecerobohan pembuatan program yang diinginkan. Kecerobohan tersebut dapat muncul pada saat pembuatan program yang secara terburu-buru akibat dikejar deadline. Biasanya juga programmer tidak mementingkan aspek keamanan pada saat membuat sistem. keamanannya baru dipikirkan dan dibuat dibelakangan. Dan juga akibat keterbatasan programmer dalam hal-keamanan sistem.

3.       Kerawanan pada modul program
Kerawanan ini dapat timbul karena penggunaan modul-modul program yang telah jadi namun belun terjamin keamanannya. Sebelum programmer membangun sebuah program, mereka mecari modul-modul program yang sudah ada dan cocok digunakan untuk sistem baru yang akan dibangun. Dengan cara inilah yang memudahkan para programmer dalam membangun sebuah program baru. Namun cenderung para programmer hanya percaya kepada modul tersebut tanpa dilakukan uji keamanan terlebih dahulu.

4.       Kerawanan pada pengaturan sistem
Kerawanan ini dapat timbul karena ketidaktahuan kita dalam melakukan instalasi dan pengaturan yang benar pada sistem. Karena keterbatasan pengetahuan yang kita miliki, maka kita biasanya hanya mensetting sistem atau aplikasi dalam mode standar saja atau bahkan memhilangkan atau menonaktifkan settingan- settingan yang sagat penting sehingga membuka jalan masuk ke sistem kita tanpa kita ketahui.   
Sumber :

  •      E-book Meneropong Isu Keamanan Internet oleh Richardus Eko Indrajit
  •      E-book Empat Domain Kerawanan Sistem  oleh Richardus Eko Indrajit

     
    ;